Kepsek, Guru SD & SMP se-Rohil Gunakan Dana BOS Rp 4,5 Juta untuk Ikuti Bimtek di Pekanbaru

Kepsek, Guru SD & SMP se-Rohil Gunakan Dana BOS Rp 4,5 Juta untuk Ikuti Bimtek di Pekanbaru
Kepala Disdikbud Kabupaten Rohil, Asril Arief S.Sos MM menjelaskan terkait kegiatan Bimtek yang dilaksanakan di Pekanbaru beberapa waktu lalu yang diikuti Kepsek dan guru dari SD dan SMP se-Rohil. (Abdul Arif Rusni, RiauKarya.com).

ROHIL - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Asril Arief S.Sos MM menjelaskan terkait kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilaksanakan di Pekanbaru beberapa waktu lalu yang diikuti Kepala Sekolah (Kepsek) dan guru dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Rohil. 

Kepada awak media, Asril Arief mengatakan, bahwa Bimtek tersebut memang perlu untuk menambah pengetahuan, kompetensi kepala sekolah dan guru yang bekerjasama dengan Tim Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Disdikbud Rohil. 

Pertimbangannya kenapa dilaksanakan di Pekanbaru, jelas Asril, hal ini untuk menambah suasana baru bagi kepala sekolah untuk merefresh-kan pikiran, karena mungkin mereka stres dalam menghadapi hal-hal yang ke itu-itu saja. 

"Mungkin itulah salah satu alasan kenapa dibuat Bimtek tersebut di Pekanbaru," ujarnya. 

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite Sekolah Republik Indonesia (KS-RI) Provinsi Riau, Asmawati sudah memberi saran kepada Kepala Disdikbud Rohil agar pelaksanaan Bimtek dialihkan ke Rohil dengan mendatangkan narasumbernya ke Rohil untuk lebih menghemat biaya seperti yang pernah dilaksanakan beberapa tahun lalu. 

"Waktu itu kami juga ada ketemu Buk Asmawati, tapi rupanya Bimtek ini sudah dikondisikan terlebih dahulu yang dilaksanakan di Hotel Furaya, Pekanbaru," ucap Asril. 

Selain itu, Kepala Disdikbud Rohil juga tidak mengetahui adanya oknum wartawan yang ikut terlibat didalam pelaksanaan Bimtek tersebut, maupun terlibat didalam peliputan kegiatan. 

"Kita juga tidak tau bagaimana kerjasama antara pihak penyelenggara dengan wartawan. Cuma saya ada menyampaikan kepada penyelenggara, kalau bisa semua teman-teman kita ini dirangkul untuk bersama-sama," kata Asril Arief. 

"Jadi kalau memang ada wartawan yang ikut terlibat dalam peliputan Bimtek itu, memang kemarin kita ada menyarankan supaya bersama-sama agar jangan ada menimbulkan hal-hal dibelakang ini nanti. Jadi itu yang kita harapkan kepada mereka," tuturnya. 

Mengenai keterlibatan salah satu wartawan dalam pelaksanaan kegiatan Bimtek tersebut, Kepala Disdikbud Rohil juga menyampaikan, kalau hal itu diluar sepengetahuannya, dan hal itu mungkin antara pihak penyelenggara yang lebih tau. 

Asril Arief juga menyebutkan, bahwa kegiatan Bimtek tersebut tidak wajib, hanya bagi siapa yang mau ikut, yang punya anggaran, ya silahkan. Jadi seperti itu.  

"Jelas di undangan itu kepada kepala-kepala sekolah, bagi siapa yang mau ikut membawa guru juga, silahkan," sebut Asril. 

Diketahui dari informasi yang diterima media riaukarya.com, bahwa peserta yang mengikuti Bimtek itu yang meliputi kepala-kepala sekolah dan guru-guru menggunakan uang pribadinya terlebih dahulu, dikarenakan anggaran untuk mengikuti Bimtek yang ada di Dana BOS belum cair.

Bahkan ada juga peserta yang mengaku menjual perhiasan emasnya untuk mengikuti Bimtek itu dikarenakan dia tidak memiliki uang pribadi sebesar Rp 4,5 Juta yang dibebankan kepada setiap peserta Bimtek. 

Sementara untuk undangannya sebut Asril, dari PT Wahana langsung kepada kepala sekolah dengan tebusan ke Disdikbud Rohil. Dalam undangan tertera biaya keikutsertaan Bimtek sebesar Rp 4,5 Juta per-peserta, dan disetorkan langsung kepada PT Wahana selaku penyelenggara kegiatan. 

Selain itu, Asril Arief juga mengaku tidak mengetahui adanya dana tambahan diluar dana yang Rp 4,5 Juta, dimana dana Rp 4,5 Juta tersebut belum include bagi peserta Bimtek, dimana mereka harus mengeluarkan dana tambahan yang diketahui nilainya sebesar Rp 1 Juta. 

Adanya informasi ini diketahui dari peserta yang mengatakan bahwa mereka mengeluarkan dana tambahan lagi sebesar Rp 1 Juta untuk biaya operasional. Seharusnya dana Bimtek Rp 4,5 Juta itu sudah disiapkan fasilitas yang include.

"Yang kita tau dananya sesuai di undangan, dan terkait adanya dana tambahan, baru ini saya tau," ujarnya.

Sementara untuk rincian kegunaan biaya Bimtek sebesar Rp 4,5 Juta tersebut, Asril Arief malah berkilah bahwa rinciannya hanya penyelenggara saja yang tau.  

Kemudian sekolah-sekolah juga melakukan pergeseran pada dana BOS, dimana untuk kegiatan Bimtek ini dimasukan pada anggaran BOS tahap pertama yang sudah cair pada bulan Januari dan Februari sesuai yang disampaikan Kepala Disdikbud Rohil. 

Untuk pencairan dana BOS ini, sebut dia, dilakukan dua tahapan yaitu pada awal dan pertengahan tahun. (rif)

#Pemerintah

Index

Berita Lainnya

Index